IJD di Kabupaten Banggai Laut Libatkan Tenaga Kerja Lokal, Bukti Komitmen Pemerintah Buka Konektivitas

Peningkatan inpres jalan daerah (IJD) ruas jalan Matanga – Pelingsolit di Kabupaten Banggai Laut Segmen 1 & 2 saat ini terus dikebut sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat terkait ketersediaan infrastruktur jalan yang mantap akhir tahun 2025.

IJD di Kabupaten Banggai Laut Libatkan Tenaga Kerja Lokal, Bukti Komitmen Pemerintah Buka Konektivitas

BALUT – Peningkatan inpres jalan daerah (IJD) ruas jalan Matanga – Pelingsolit di Kabupaten Banggai Laut Segmen 1 & 2 saat ini terus dikebut sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat terkait ketersediaan infrastruktur jalan yang mantap akhir tahun 2025.

Proyek yang merupakan bagian mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, tidak hanya penting bagi konektivitas dan aksesibilitas warga, tapi juga menyimpan harapan besar kelancaran aktivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banggai Laut (Balut).

Peningkatan ruas jalan Matanga – Pelingsolit Segmen 1 dan Segmen 2 saat ini sudah merampungkan sejumlah item pekerjaan mulai dari pemadatan badan jalan hingga pengaspalan AC WC.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tengah, lewat Satuan Kerja PJN Wilayah III melalui pejabat PPK 3.2 menjelaskan bahwa pihaknya bersama penyedia jasa menargetkan pelaksanaan pekerjaan selesai pada akhir tahun 2025, dengan begitu masyarakat bisa merasakan manfaatnya.

Selain memberi manfaat kelancaran aktivitas warga, proyek ini juga memberi peluang kerja warga lokal setempat.

Proyek IJD pada Segmen 1 dan 2 ini diharapkan dapat memperlancar akses menuju kawasan perikanan di daerah itu.

IJD Matanga – Pelingsolit Libatkan Tenaga Kerja Lokal, BPJN Sulteng Dukung Konektivitas dan Aksesibilitas di Kabupaten Banggai Laut

Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah secara bertahap terus mempercepat penanganan jalan daerah tahun 2025 seperti halnya peningkatan ruas jalan Matanga – Pelingsolit, dikerjakan sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No 11 Tahun 2025 yakni Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi. 

BPJN Sulawesi Tengah menyebut Program Inpres Jalan Daerah (IJD) sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperbaiki kualitas jalan daerah dan memperkuat rantai pasok hasilbproduksi masyarakat terutama di Kabupaten Banggai Laut yang dikenal sebagai daerah penghasil perikanan tangkap dan budidaya, serta menjadi pusat pengumpulan pangan laut di wilayahnya. Sumber daya alam kelautan yang melimpah, daerah ini kaya akan biota laut yang menjadi mata pencaharian utama penduduk, dengan pengembangan lebih lanjut ke arah industri kelautan dan perikanan, inpres jalan daerah (IJD) yang sedang dilaksanakan saat ini menjadi bagian penting mendukung dan memacu potensi produktivitas masyarakat dan pendapatan daerah.

Ia menambahkan, BPJN Sulawesi Tengah terus fokus penanganan IJD tahun 2025 tidak hanya untuk meningkatkan konektivitas, tetapi juga untuk memastikan akses transportasi menuju sentra-sentra produksi masyarakat menjadi lebih lancar, efektif dan efisien serta berkelanjutan.

Program IJD 2025 di Sulawesi Tengah dilaksanakan secara bertahap melalui peningkatan konektivitas jalan daerah termasuk ruas jalan Matanga  - Pelingsolit di Kabupaten Banggai Laut tahun ini.

Dua paket pekerjaan berlokasi di Kabupaten Banggai Laut Segmen 1 dengan panjang pekerjaan 2,68 KM dan pada Segmen 2, dengan panjang penanganan 4,4 KM

Diuraikanya, program IJD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik jalan, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas. 

Kegiatan di Banggai Laut dapat membuka akses ekonomi baru, karena dengan IJD tahun 2025, infrastruktur jalan yang ada di wilayah Matang – Pelingsolit menjadi mantap sehingga memperlancar distribusi warga sekitar.

Kehadiran IJD di Kabupaten Kabupaten Banggai Laut tahun ini, menjadi langkah strategis dalam mengurangi backlog kemantapan jalan daerah di Sulawesi Tengah .

Melalui Program IJD, BPJN Sulawesi Tengah berkomitmen memperkecil kesenjangan tersebut dengan kerja nyata membangun infrastruktur jalan berkelanjutan. 

Kedepan diharapkan dengan peningkatan jalan daerah, efisiensi distribusi bahan pangan dan hasil produksi daerah dapat memperkuat fondasi ekonomi yang lebih merata di provinsi Sulawesi Tengah. (REDAKSI)

Tags :

bm
Created by: Redaksi