Inpres Irigasi D.I Labean Kabupaten Donggala dan D.I Gimpu Kabupaten Sigi Selesai 100 Persen

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum lewat Balai Besar Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu terus memperkuat infrastruktur pertanian melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Tahun Anggaran 2025.

Inpres Irigasi D.I Labean Kabupaten Donggala dan D.I Gimpu Kabupaten Sigi Selesai 100 Persen

PALU – Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum lewat Balai Besar Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu terus memperkuat infrastruktur pertanian melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Tahun Anggaran 2025.

Proyek dimaksud telah selesai 100 % dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) Tbk dengan hasil yang baik sesuai standar Kementerian Pekerjaan Umum.

Berdasarkan amatan langsung di lokasi proyek pada 5 - 7 Pebruari 2026, dari 31 daerah irigasi yang dikerjarkan, untuk Kabupaten Donggala yang berlokasi di D.I Labean Kecamatan Balaesang serta di Kabupaten Sigi yang berlokasi di Desa Lawua dan Watukilo Kecamatan Kulawi Selatan, pekerjaan telah tuntas sepenuhnya.

Dari hasil amatan media, saluran tersier yang baru saja diperbaiki telah berfungsi normal, air mengalir lancar lewat saluran menuju ke lahan persawahan petani.

Dengan terselesaikannya proyek Peningkatan dan Rehabilitasi, tentunya mendapat sambutan positif dari petani di wilayah tersebut, seperti yang disampaikan Taslim warga desa Labean mengaku sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat khususnya Balai Wilayah Sungai Sulawesi III serta pihak pelaksana pekerjaan.

Proyek Jaringan Irigasi PT Nindya Karya Selesai 100 % Dikerjakan, air Lancar Sampai ke Sawah Petani, foto D.I Gimpu 7/2/2026 di Kecamatan Kulawi Selatan

" Kami senang air sudah lancar sampai ke petak sawah " terangnya 5 Pebruari 2026.

Ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas distribusi air bagi lahan pertanian di desa Labean.

Sementara warga desa Lawua Kecamatan Kulawi Selatan yang mengaku bernama Fredy Tomura juga mengatakan hal yang sama, dirinya mengaku senang ada perbaikan saluran irigasi.

Dulu petani di sini terkendala distribusi air yang kurang lancar karena faktor adanya kebocoran saluran, tapi setelah dilakukan perbaikan " Puji tuhan air lancar dan sampai ke sawah " bebernya di Lawua Saptu 7 Pebruari 2026

Ferdy juga berharap kedepan BWS Sulawesi III tetap memperhatikan saluran irigasi di Kulawi Selatan melalui program kegiatan yang sama.

" Kami berharap pak kedepannya BWS Sulawesi III tetap memperhatikan saluran di wilayah kami dalam kegiatan yang sama " harapnya.

Sebagai informasi pada tahun 2025, kegiatan ini dilaksanakan secara luas di Provinsi Sulawesi Tengah, dengan lokasi pekerjaan tersebar di 31 daerah irigasi dan mencakup 9 kabupaten penerima manfaat. 

Proyek ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) sebagai kontraktor pelaksana dengan nilai kontrak lebih dari Rp85.667.397.000 miliar. Anggaran ini bersumber dari APBN Tahun 2025 sesuai program Inpres yang bertujuan percepatan peningkatan jaringan irigasi nasional.

Sebelumnya, diawal pelaksanaan pekerjaan proyek ini, pihak pelaksana yang ditemui di lapangan mengatakan, pekerjaan meliputi perbaikan dan normalisasi saluran tersier, peningkatan struktur pasangan batu, rehabilitasi penampang irigasi, serta optimalisasi aliran air menuju areal pertanian. Dengan cakupan lokasi yang luas, program ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya bagi para petani di 9 kabupaten.

Terpisah Kepala BWS Sulawesi III Palu Medya Ramadhan. ST dan Kepala Satuan Kerja PJPA menegaskan, pelaksanaan Inpres ini merupakan wujud komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan infrastruktur irigasi yang lebih merata dan berkualitas. 

Masyarakat di sejumlah titik lokasi, termasuk Desa Labean Kabupaten Donggala serta di Kabupaten Sigi, menyambut baik program ini dan berharap pembangunan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat jangka panjang.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan menjunjung standar kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan keberlanjutan manfaat bagi sektor pertanian di wilayah penerima manfaat.

Menurut BWS Sulawesi III Palu, jaringan irigasi tersier berperan penting dalam menyalurkan air secara langsung ke petak sawah petani. Kondisi jaringan yang baik akan memengaruhi efisiensi distribusi air, produktivitas lahan, serta ketahanan pangan daerah. 

Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Sebagai Bagian dari Upaya Pemeliharaan Sistem Irigasi yang Berkelanjutan.

Diketahui bahwa irigasi merupakan komponen utama dalam sistem pertanian berkelanjutan. Kinerja jaringan irigasi, khususnya pada tingkat tersier, menentukan sejauh mana air dapat dimanfaatkan secara efisien oleh petani. 

Harus dipahami bahwa seiring berjalannya waktu, jaringan irigasi mengalami degradasi akibat sedimentasi, erosi, atau penurunan kualitas konstruksi. Kondisi ini dipahami betul oleh BWS Sulawesi III Palu dengan melaksanakan serangkaian kegiatan optimalisasi jaringan irigasi melalui instruksi Presiden nomor 2 tahun 2025.

PPK Irigasi dan Rawa II BWS Sulawesi III menjelaskan bahwa peningkatan jaringan irigasi tersier merupakan kegiatan teknis yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas, kapasitas, dan efisiensi sistem penyaluran air. 

Rehabilitasi jaringan irigasi tersier difokuskan pada pemulihan fungsi infrastruktur yang mengalami kerusakan atau penurunan daya guna. Kerusakan dapat disebabkan oleh usia bangunan, curah hujan tinggi, sedimentasi, atau kurangnya perawatan berkala. 

Peningkatan dan Rehabilitasi yakni mengembalikan fungsi untuk memastikan keberlanjutan operasional. Sinergi keduanya menghasilkan sistem irigasi yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan lingkungan serta kebutuhan pertanian. Pungkasnya.

REDAKSI

Tags :

bm
Created by: Redaksi